Sabtu, 13 Oktober 2012

cerpen 1-kesan cinta pertama


Kesan Cinta Pertama
         

Di pagi yang cerah dan penuh semangat, tampaklah seorang gadis berwajah sederhana tapi berhati istimewa yang hatinya dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang. Dia Devita yang dipanggil Ita. Ita yang tinggal di rumah sederhana ini biasa berjalan ke kampusnya. Sesampai di gerbang kampus Harapan Indonesia kampusnya, ada suara memanggil namanya dengan berteriak yang menggemparkan kampus itu.
“ Ita, tunggu !!! ” teriak Fini, salah satu sahabat Ita yang peling cerewet.
“ Iya-iya aku tunggu, santai aja ” Jawab Ita pelan
Akhirnya pun mereka berjalan kekelas jurusan bahasa. Di pintu depan kelas bahasa mereka ada 2 orang yang menentinya. Ada Musi dan Egy yang sudah senyam-senyum ngelihat Ita datang.
          Mereka berempat sudah bersahabat sejak SMP hingga sekarang. Mereka juga berada dikelas dan jurusan yang sama. Mereka masuk ke kelas untuk mengikuti kegiatan yang ada. Dosen pun masuk, Ita disuruh mengambil bahan ajar di meja dosen yang ruangnya dekat dengan kelas jurusan kedokteran. Setelah mengambil bahan ajar sebelum Ita sampai kelasnya ia menabrak seorang cowok yang terburu-buru. Cowok itu putih, tinggi, imut, juga sepertinya perfect.
“ Sory, gak sengaja, ” kata Ita
“ Iya gak papa, sory juga aku terburu-buru ” jawab si Cowok
“ Oke ” dengan singkat jawab Ita
“ Sory aku duluan, kelasku udah masuk ” cowok itu langsung pergi dan berkata seperti itu. Mata Ita tak berkedip sekalipun sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Ita masuk kelas dengan wajah yang lemas, seperti habis melihat setan. Sedangkan ke 3 temannya melihat Ita seperti melihat setan.
          Tak pernah sebelumnya Ita seperti  ini teman-teman Ita pun heran.
“ Ta ada apa sich ?? ” Tanya Fini si cerewet
“ Gak apa-apa kok !! ” Jawab Ita dengan pelan
          Ita si gadis lugu ini belum pernah seperti ini. Ini sangat sangat tak biasa. Mungkinkah Ita jatuh cinta pada pandangan pertama ?? sebenarnya ini pertama kalinya Ita jath cinta. Jam menunjukan pukul 12.00 tepat, yang artinya saat ini juga kegiatan selesai. Ita dan kawan-kawannya pun pergi ke kantin. Di kantin itu juga Ita bertemu dengan cowok itu lagi. betapa kagetnya Ita saat di hampiri cowok itu.
“ Hey ” menyapa Ita tanpa ragu-ragu
“ Hey juga, ada apa ya ?? ada yang luka waktu ketabrak tadi ?? ” Tanya Ita dengan melihat-lihat tubuh si cowok itu.
“ Gak kok, aku Cuma mau minta maaf, gara-gara aku buku-buku tadi jadi berantakan ” Jawab si cowok
“ Emm…..gak apa-apa kok, santai aja ” Sahut Ita
“ Oke, aku perfa ” si cowok ( Perfa ) dengan senyum kecil-kecil mengenalkan diri.
“ Perfa……..aku Devita atau Ita aja dehg ” Jawab Ita sengan senyum-senyum.
Teman-teman Ita pun langsung menghampiri Ita san perfa denga membawa kata-kata penuh canda dan tawa.
“ Oh…….jadi ini yang buat Ita jadi salah tingkah kayak orang kesetanan, hahaha ” Fini berkata tanpa dosa.
“ Iya ya gara-gara ini Ita jadi jatuh cinta, hehehe ” sambung Musi dan Egy.
“ Apa-apaan sih !!! ini aku juga baru kenal kuk ” Gerutu Ita
“ Hay semua aku Perfa, aku dari kelas kedokteran ” tiba-tiba Perfa magenalkan diri.
“ Ini Fini, Musi, sama Egy mereka semua teman-temanku ” Ita tak membiarkan teman-temannya memperkenalkan diri sendiri, tapi malah ita yang memperkenalkannya.
“ Ya sudah ya Ta aku duluan bye ?? ” sambung Perfa
“ Oke Bye….” Sapa Ita juga.
Batang hidung Perfa masih kelihatan tapi tanpa ragu dan tanpa dosa Ita mengomeli teman-temannya. Tapi apa daya nasi sudah menjadi bubur, Ita sudah terlanjur malu. Teman-temannya pun hanya menertawakannya.

Siang berganti malam, matahari pun sembunyi dan berganti bulan. Bulan yang terlihat indah di malam itu, membuat Ita memikirkan sesuatu. Apa saat ini Ita rasakan sungguh sangat tak biasa. Dia merasakan detak jantungnya yang sangat kencang bak suara genderang yang mau perang. Hati  berbunga-bunga layaknya taman bunga yang mekar. Di malam yang penuh pertanyaan ini Ita duduk di jendela kamar dan memikirkan semua ini. Jam menunjukan pukul 11.00 malam tepat  Ita mulai merasakan matanya ingin tertutup. Dia pun langsung turun dari jendela dan menutupnya untuk pergi bermimpi bersama pangeran yang sedang menantinya di kampus.
          Mata Ita belum mau terbuka padahal ayam sudah mengeluarkan suara-suara mautnya. Ibu Ita pun mulai menggedor-gedor pintu kamar tapi Ita masih ingin bergeletak pulas di tempat tidurnya. Ibu Ita menggedor pintu dan berteriak “ Ita………Ita……….Ita……..bangun nak…..sudah pagi……”
Dua kali, tiga kali, empat kali, lima kali. Dan,
“ kebakaran…..kebakaran…………….kebakaran………” teriak Ibu Ita
Tanpa mengusap kotoran yang ada di matanya. Ita langsung membuka pintu
“ Apa ??? kebakaran ??? Dimana ?? Mana ?? ” Tanya Ita dengan nada kebingungan.
“ Kebakaran ?? dimana ?? Emang ada ya ??? kan Ibu Cuma baercanda ?? ” jawab Ibu Ita dengan senyum kecil.
“ Yah…..Ibu……..ya udah aku mandi dulu aja deh,, sebel ah…..” gerutu Ita.
          Ibunya hanya tersenyum kecil melihat tingkah laku anaknya yang tak seperti biasa. Ita gak pernah bangun sampai pukul 07.00 seperti saat ini. Biasanya pukul 05.00 dia sudah mandi, tapi hari ini Ibunya benar-benar heran. Apakah mungkin tadi malam Ita bermimpi pergi bersama pangeran kampus itu ?? sampai-sampai betah banget Ita tidur. Pukul 08.00 akhirnya Ita sudah selesai semuanya dan sekaran dia berangkat ke kampusnya. Seperti biasa dia berjalan ke kampus. Tapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti. Ada seorang cowok dengan menggunakan sepeda motor mio berwarna biru tua dan ber flat nomor DR 1905 CL. Mio itu  berhenti tepat di depan Ita. Penuh pertanyaan dan penuh kejutan. Tak disangka ternyata Perfa.
“ Pagi Ta…..? ” Tanya Perfa yang tak sadar telah mengejutkan Ita
“ Pagi juga..ada apa kok mendadak berhenti ???” Tanya Ita
“ Kamu mau berangkat bareng aku  ?? ” Tanya Perfa tanpa basa-basi
“ Kalau gratis aku mau, gimana ??? ” dengan canda Ita menjawab
“ Ayo naik !! ” Kata Perfa dengan senyum manisnya.
Sesampainya di gerbang kampus mereka berdua layaknya raja dan ratu. Mereka disambut meriah oleh teman-teman Perfa juga Ita. Sekarang hampir setiap hari Ita di jemput oleh Perfa. Sepertinya mereka berdua merasakan sesuatu yang tak biasa mereka rasakan. Dan ternyata mereka berdua telah jatuh cinta. Bagi Ita dia seperti kejatuhan bulan karena ini adalah cinta pertamanya. Tapi bagi Perfa ini Anugrah karena Ita adalah orang yang selama ini ia cari untuk menjadi pendampingnya. Teman-teman Ita sudah menduha sebelumnya kalau Ita pasti akan jatuh cinta dan berdampingan dengan Perfa.
          Sabtu malam depan di kampus harapan Indonesia diadakan pesta yang meriah bertema Hot Couple ( Pasangan Paling Hebat ). Di acara itu juga ada Perfa merencanakan akan menembak Ita untuk jadi pacarnya. Acara itu diadakan agar berpasang-pasangan. Makanya Perfa mengajak Ita untuk ikut acara itu. Tanpa ada kebimbangan Ita menujuinya.
          Berhari-hari Perfa menyiapkan semuanya. Sampai-sampai Perfa membuat puisi. Akhirnya hari ini hari Sabtu juga tinggal menghitung jari pukul 08.00. pukul 06.30 sore Perfa menjemput Ita. Mereka berdua akhirnya berdansa bersama saat di aula tempat berpesta, tapi tiba-tiba Lampu padam dan Perfa mengilang. Dimanakah dia ?? ada sebuah sorot lampu yang menuju seorang cowok dia adala Perfa. Dengan membawa sekuntum mawar merah ia membaca puisinya.

Kau wanita yang tak seindah bunga sakura
Kau wanita yang tak selembut kain sutra
Kau wanita yang tak secantik bidadari
Mungkinkah ada sejuta cinta dan kasih sayang untuk diriku ??
Aku hanya lelaki biasa dan tak sempurna
Tapi aku punya sejuta cinta dan kasih sayang untuk mu adinda
Maukah kau menjadi kekasihku Devita ??

Ternyata Ita juga bisa membuat puisi tanpa ada pemikiran dahulu. Dan Ita menjawab dengan puisi juga.

Memang aku tak seindah bunga sakura
Aku juga tak selembut kain sutra
Dan kau pun tak tak secantik bidadari
Tapi perlu kau tahu sejuta cinta dan kasih sayang ku hanya…
( dan terdiam sejenak )
Hanya untuk lelaki yang menganggap dirinya biasa dan tak sempurna.
Adinda ini……..butuh sejuta cinta dan kasih sayang dari kanda.
Dan aku mau mendampingi mud an menjadi kekasihmu Perfa…………
Semua pasangan di pesta Hot Couple itu bertepuk tangan dan bersorak sorai layaknya di padang hijau yang luas. Perfa memberikan bungan mawar itu ke Ita dan mencium tangannya. Ita dan Perfa menjadi juara utama di Hot Couple sebagai pasangan yang peling hebat.
          Esok harinya semua panghuni kampus menyalami Ita da Perfa sebagai pemenang Hot Couple dan pasangan baru. Kebahagiaan mereka tak ada yang menandingi. Hanya mereka berdua yang sangat bahagia dan menikmati indahnya cinta

Satu tahum berlalu
Hari ini Perfa dan Ita merayakan hari jadiaanya yang pertama. Perfa memberikan sebuah puisi ke Ita yang isinya :
Waktu terus berkalan dan tak terhenti
Cinta kita pun tak ada yang menandingi
Hanya adinda yang mengisi hati ini
Tak semua orang bisa merasakan seperti ini
Dunia ini tak ada yangmemiliki
Tapi hati ini hanya milik adinda seorang
Semuanya yang kita laui sungguh indah
Dan akan ku jadikan cinta pertama yang indah ini
Menjadi cinta pertama yang sangat dan paling mengesankan

Mereka berdua sangat di penuhi cinta dan kasih sayang yangmembuat cinta mereka abadi yang diawali dengan Cinta Pertama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar