Sabtu, 13 Oktober 2012

my cover boy



           
Di tengah keramaian jam istirahat di kelasku terlihat sanagt tegang dan sangat-sangat tegang. Aku berharap semoga bukan aku yang terpilih. Minggu lalu diumumkan akan diadakan lomba pasangan pakian adat. Dan dari masing-masing kelas diwakili seorang anak cowok dan seorang anak cewek. Di kelas XI IA 5 ini, terkenal dengan anak-anak yang nakal(gak nurut sama guru), jail, gak mau ada yang terpilih buat mewakili kelas(termasuk aku) dan pokoknya yang jelek-jelek deh… Maka dari itu, di kelas ini diadakan undian agar terpilih pasangan untuk lomba itu. Aku sangat berharap agar aku gak terpilih. Okey, sebelum di lanjutkan aku memperkenalkan diri dulu. Namaku Gadis. Tapi nama itu sangat tak sesuai dengan aku dan sangat-sangat tak sesuai. Aku anak yang cukup terkenal di kalangan guru dan siswanya. Kenapa?? Yaph, karena dianggap siswa cewek yang jail dan nakal diantara siswa cewek lainnya. Memang aku ini tomboy, suka malakin anak-anak lain, suka ngikut tawuran, suka membolos sekolah sama anak cowok-cowok yang lain dan apa aja deh. Aku gak terlalu tinggi juga gak terlalu pendek, tapi rambut aku pendek beremo kayak anak cowok sekarang, baju aja gak selalu rapi, apalagi dandanan(aku belum pernah dandan), pokoknya aku acak-acakan banget.
             Aku merasakan ketegangn itu pada teman-temanku. Tapi aku, santai saja. Aku yakin banget aku gak akan terpilih dengan keadaanku seperti ini. Tapi, setelah undian dibuka aku serius untuk mendengarkan. Dan…..
 “hah?? Gak munkin!” kata ketua kelas.                                   “napa??”kataku sadis.                                                                        “gak. Okey cewek yang mewakili XI IA 5 adalah Gadis.” Kata ketua kelas tegas.                                                                             “hah??” kata anak sekelas bersamaan.                                                       “hah??? Beneran lo? Gak mungkin gue kan? Lo mau mainin gue?” kataku tidak percaya.                                                                 “enggak, enggak Dis.. beneran. Sumpah.” Kata ketua kelas yang ketakutan.                                                                                                             
Aku terdiam tidak percaya dengan ini. Aku gak bisa mundur ataupun diganti dengan anak yang lain. Ini sudah menjadi ketetapan. Aku melihat ketua kelas yang membacakan siapa anak cowok yang mewakili.                                                             “cowok yang mewakili XI IA 5 adalah Redy.”kata ketua kelas lagi.                                                                                                 Aku terperanjak kaget. Aku harus berpasangan dengan cowok cover boy yang sombong itu. Aku benar-benar sial. Dan akhirnya aku hanya pasrah saja. Semua anak-anak disekolah mendengar berita itu, mereka juga kaget temasuk para guru. Tapi yang bikin aku kesel sama mereka semua, mereka menertawaiku dan sangat tidak yakin dengan ketetapan itu. Aku pun berniat akan membuktikan kepada mereka kalau aku pasti bisa. Aku bisa seperti anak cewek sewajarnya. Liat aja pada lomba nanti.
            Bel pulang pun terasa menjerit di telingaku. Akupun langsung menuju ke tempat parkir motorku. Sampai di depan motorku ada seorang malaikat menghampiriku. Malaikat itu seperti ingin mencabut nyawaku, karena dia mengagetkanku. Dia adalah Putra, kakak kelasku. Dia satu-satunya cowok yang aku suka selain ayahku.Dia menyapaku.                                                   “hai” katanya.                                                                                     “hai juga” jawabku.                                                                         “mmm… kamu ikut lomba pakaian adat ya??” tanyanya mengagetkanku. Aku malu, sangat malu.                                          “i..i…i…iya,, beritanya udah nyebar ya??” kataku gugup. “hmm.. good luck ya. Jadilah yang terbaik. Tunjukin ke aku ya..”katanya menyemangatiku.                                                       “i..i..iya,makasih” kataku dengan senyum.                                                
Ini adalah cerita yang gak akan aku lupain. Aku senang sekali, pertama kalinya dia ngomong sama aku. Dan dia yang memulai. Apalagi dengan kata-kata semangat dari dia membuat melayang. Aku seperti burung. Aku bebas terbang, tak ada yang menghalangi. Aku bahagia sekali. Itu yang aku rasakan saat ini. Di rumah aku masih merasa melayang. Bunda menanyaiku, aku menjawab kalau aku akan lomba pakaian adat untuk mewakili kelas. Bunda terperanjak kaget. Padahal, aku senang dengan kejadian di tempat parkir tadi. Malam pun terasa lama. Tak ingin aku menutup mata. Kisahku hari ini akan menjadi the best day ever di diaryku. Aku tak sabar menunggu hari esok, agarku dapat melihat cahayaku lagi. Tapi berat rasanya menahan mata yang mulai memerah ini. Akupun membiarakan tubuhku terbaring. Dengan mata mulai menutup. Dia sang cahaya datang menghampiriku di mimpi. Dialah matahariku, yang menyinariku selalu.
            Ayam berkokok memanggil sang surya. Burung bernyanyi riang gembira. Para gembalapun keluar dari kandang membawa peliharaannya. Dan aku berkata di depan sang surya ‘ selamat pagi dunia, buatlah hari ini manjadi lebih baik dari kemarin’. Aku segera menuju ke kamar mandi dan menyiram tubuhku. Sarapan menungguku dan sekolahpun melambai-lambai ke aku. Aku segera tancap ke sekolah. Seperti biasa aku selalu telat. Dengan terpaksa mengerjai pak satpam lagi biar aku bisa masuk.                                                                                          
“pak satpam,, boleh bicara sebentar gak?”kataku.                       “ada apa?”katanya tegas.                                                                                 “Pak satpam tahu warung depan sekolah kan?? Tahu juga penjaganya kan? Dia pengen ketemu bapak tu. Sepertinya dia naksir bapak???” kataku merayu.                                                                “beneran neng? Wah bapak ke sana dulu ya neng. Makasih ya neng.”kata pak satpam tak sadr kalau dia sedang dikerjai. Pak satpampun langsung enyah dari pangkalannya.                              “good! My class I’m coming…. Dasar satpam bodoh! Gampang banget dikerjai. Hampir setiap hari pula.hehehehehe”kataku dengan tertawa.                                                                              
Tapi sampai di tempat parkir kepala sekolah malah standby disitu. Tapi di belakangku terlihat setan melintas dan merebut motorku kemudian memarkirkannya. Dia dimarahi kepala sekolah dan dia diberi surat peringatan. Dikiranya dia yang telat masuk. Kalian tahu dia siapa? Dia Redy. De model and de cover boy yang aku benci. Aku heran dengan dia kenapa dia membantuku. Padahal dia tahu kalau aku membencinya. Dengan terpaksa aku harus berterima kasih dengannya. Aku masih terpikirkan dengan Redy tadi. Akupun membolos pelajaran kimia. Dan aku menuju ke tempat rahasiaku, yang tak ada seorang pun yang tahu. Tempat itu di lantai paling atas di sekolah dan gak ada orang yang pernah kesana kecuali aku. Tapi setelah aku pikir-pikir paling tu cowok cuma cari sensasi aja. Di waktu luang aku pergi ke lapangan aku bermain basket dengan anak-anak cowok yang lain. Tapi Redy malah menarikku ke taman sekolah. Dan bilang..
 “heh, lo tu niat ikut lomba gak sih?”tanyanya ketus. “gak.”jawabku singkat.                                                                         “lo itu…. Sial”katanya ingin memukulku.                                       “kenapa? Takut lo ama gue? Apa karna gue cewek jadi lo gak tega? Hah?”kataku melawan.                                                             “tau ah!” katanya berbalik arah.                                                        “okey.. okey kali ini gue akan nurut. Jadi mulai kapan kita latihan?” kataku sedikit bimbang.                                                                                     “hah??” tanyanya kaget.                                                                       “iya, mulai kapan de cover boy??”tanyaku sekali lagi. “beneran lo?? Gak salah gue?? Atau gue mimpi?”katanya lagi. “lo mau gue berubah pikiran dan mengundurkan diri ya?”kataku ketus.                                                                                                   “okey. Kita latihan mulai dari siang ini pulang sekolah dan ingat seminggu penuh. Waktunya udah mepet tau. Deal??”jelas Redy.                                                                     “okeylah. Deal.” Kataku menyetujuinya. Siangnya Redy kerumahku. Kami berdua latihan untuk lomba tersebut. Dia sangat sabar dalam melatih seseorang.
            Redy mengajariku cara berjalan seperti perempuan layaknya. Dia juga mengajariku sopan santun maupun tata krama wanita. Aku terkesan dengan kemampuan Redy saat itu. Aku tahu di dalam perlombaan hanya pasangan terbaik dan drama terbaik yang di lombakan. Mungkin dia berencana menunjukkan kodrat wanita yang sesungguhnya. Seminggu kami selalu bersama. Kini, kami akrab dan aku menganggapnya sebagai teman sekarang. Saat aku ganti baju akan latihan, bunda berbicara serius dengan Redy.                                                                               
“nak Redy makasih ya. Karna adanya lomba itu, Gadis jadi berubah lebih feminim. Gadis juga terlihat seperti perempuan sekarang. Ini semua berkat nak Redy. Tante berterimakasih sekali.” Kata bunda.                                                                          “iya tante, mungkin saya di takdirkan untuk mengubah sifat Gadis tante.”kata Redy.                                                                  ”tante makasih banget sama nak Redy.”kata bunda. Dan Redy hanya tersenyum.
            Seminggu berlatih telah usai. Hari yang mendebarkanpun datang juga. Aku pergi ke salon untuk berdandan bersama Redy. Selesainya Redy melihatku dengan rasa kagum. Dia terpesona denganku.                                           
“ngapain lo, ngliatin gue sampe segitunya?”                                       “gak, gak kok. Lo cantik Dis hari ini.”                                           “gue kan cewek, jadi ya cantik dong!”                                                              “ya udah terserah lo aja, tapi jangan sadis gitu dong. Ingat yang kita latihan kemarin dong!”                                                                        “tapi kan dalam lomba ntar gak ada kayak gitunya?”                          “ya sudah, lupain aja deh.”                                                            “iya…… gue akan ngomong yang baik Redy. Cuma demi kelas kita doang!”                                                                                 “iya terserah lo.”                                                                “hehehehehe”
Mereka berdua menaiki panggung. Dan berjalan layaknya pasangan model. Semua orang terkejut dengan Gadis para guru pun juga sama. Tapi yang diharap Gadis adalah ucapan manis dari Putra untuk memujinya selain anak-anak yang lain termasuk guru. Redy dan Gadis mendapat nomor urut 5, dan inilah gilirannya. Mereka berdua bercatwalk di panggung dan melakukan drama terbaik mereka. Tapi saat drama selesai Redi berjalan menuju turunan panggung dan Gadis tersandung. Redy tahu, dia langsung kambali menolong Gadis. Dan…
“cinta…maafkan aku. Aku tak bisa membiarkanmu jatuh karna mengejarku melarang aku pergi”katanya keras.                          “what??lo bilang apa?”kataku pelan.                                      “udah jawab aja, anggap aja ini drama kita. Biar gak malu.”katanya dengan tersenyum.                                                       aku gak mau kamu ninggalin aku, aku mau kamu terus disamping aku. Aku butuh kamu.”kataku memelas. “t..t..t..tapi,,”katnya terpotong.                                                                “aku mohon..”kataku memegang tangan hangatnya.  “baiklah,aku akan disni untuk kamu cinta.”kata Redy tersenyum pada Gadis.
            Mereka berdua berpelukan(seperti orang pacaran beneran). Juri bertepuk tangan melihat drama mereka yang sebenarnya intuk menutupi malu Gadis. Penonton yang lain pun juga, termasuk Putra. Sebelum keluar panggung Gadis sempat menengok kearah Putra dan Putra pin tersenyum padanya. Dan pastinya Gadis membalas senyum itu. Setelah keluar dari panggung di handphone Gadis ada sms yang mengejutkannya.
From: Putra
Congratulations! It’s the best performance ever. You look so beautiful. I really surprised with your act.
To: Putra
Thank for all Putra.
From: Putra
Kau sudah menunjukkanku tentang kodrat wanitamu. Aku harap ini akan berlanjut untuk seterusnya.
To: Putra
Oke. I will try it.
            Putra mengirim itu, karena dia tahu kelas Gadislah yang memenangkannya. Dan itu memang benar terjadi. Mulai esok pagi, Gadis benar-benar berubah. Dia terlihat feminim, feminism sekali. Dan setelah itu Putra dan Gadis sering jalan bareng. Putra memberikan kado-kado pada Gadis yang semuanya special alat-alat kecantikan. Tapi Gadis sangat tidak suka dengan itu. Dia lebih suka dengan dirinya yang dulu, apa adanya. Demikian juga dengan Redy. Ternyata, Redy falling in love dengan Gadis. Redy mengetagui perasaannya setelah mereka berduasering latihan bersama untuk lomba dulu. Tapi Redy membiatkan perasaan itu tersimpan dalam hatinya. Dan Gadis tidak mengetahuinya. Saat ini gadis sudah bosan dengan Putra. Diapun memeberanikan diri bartanya pada Putra.
“Pitra boleh nanya?”                                                                “boleh,apa?”                                                                                    “kamu deket sama aku karna aku berubah lebih feminimkan?”                                                                                     “iya, aku gak suka cewek tomboy kayak kamu dulu. Kenapa?”                                                                                      “hmm, aku harap mulai sekarang kamu gak usah deketin aku lagi.”                                                                                                               “Kenapa emang?”                                                                       “kamu gak suka kau apa adanya, ka,u gak mau terima kan?” “ya iyalah. Mana ada juga coeok yang suka cewek tomboy deperti kamu dulu. Adanya pada kabur tau!”                              “iya, emang. Dan itu termassuk lo kan                                               kok kamu nyolot gitu?”                                                                      “gue udah bosen sama sikap asli lo!”                                        “terus?”                                                                                          “gue mau kita gak usah kenal buat selanjutnya!” “oke. It’s not problem for me.”                                                                      oke. Good!”                                                                                       “dasar cewek girang!”                                                                          “apa lo bilang?”                                                              “cewek girang!”                                                                                   “lo tu emang!!” dan sebuah pukulan mampir di wajah Putra.
            Setelah itu Gadis langsung kabur ke tampat rahasianya. Disana dia menemukan Redy. Dia bertanya pada Redy apa maksud dia di tempat favoritnya. Redy juga menjadikan tempat itu sebagai tempat favorit. Mereka duduk berdua di tempat itu. Gadis mempercayai Redy dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Redy mengerti, dan dia punya kesempatan besar untuk menyatakan cintanya pada Gadis. Saat mereka diam Redy mulai mengatakannya.
“kalau ada cowok yang cinta sama lo dan mau nerima lo apa adanya, lo mau jadi pacarnya gak?”                               “bolehlah, asal tu cowok bener-bener cinta sama gue.” “kalau tu cowok nembak lo sekarang, lo bakal bilang iya ke dia?”                                                                                     “mungkin. Kenapa? Cowok itu lo? Pasti gak mungkin kan??” “iya itu gue, gimana menurut lo?”                                         “what??”                                                                                         “iya, gimana? I love you mi malo muchacha..”                                “mmm, karna gue udah tau sifat asli lo, jadi berdasarkan janji gue tadi. Gue mau.”                                                          “thank’s mi malo muchacha”
            Mereka berdua berpelukan di tempat rahasia itu. Dan Gadis tak perlu lagi berdandan feminism. Karena, Redy suka banget sama sirat tomboynya. Mereka berdua berpacaran. Dan Redy selalu memanggilnya “mi malo muchacha” cewek nakalku.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar